Sejarah

Minggu, 13 Januari 2019 - Arosbaya


            Arosbaya adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 16 Km dari ibukota Kabupaten Bangkalan ke arah timur laut, Pusat pemerintahannya berada di Desa Arosbaya. Daerah ini terletak di Pulau Madura. Asal mula Arosbaya di ceritakan bahwa pada masa pemerintahan panembahan ki lemah duwur raja islam pertama di madura pada tahun 1531 – 1592. Legenda yang kuat mengakar di masyarakat Kecamatan Arosbaya, muasal nama Arosbaya bermuara dari keberadaan Buju' Resbejeh, yakni asta keramat yang lokasinya berada di pemakamanumum Morouk di Kampung Pandian, Desa/Kecamatan Arosbaya. Resbejeh sendiri merupakan dialekmasyarakat Madura untuk mengucap nama Arosbaya. Syandan, makam tersebut diyakini merupakan kuburan dari R. Abdul Wahid Trunokusumo. Beliau merupakan penyiar Islam yang berasal dari Solo. Itu sebagaimana disampaikan oleh juru kunci Buju'Resbejeh, Ismail.
Diceritakan lebih detail oleh pria yang kini berusia 39 tahun ini, berdasar penuturan yang telahdiyakini kebenarannya oleh masyarakat Arosbaya, kali pertama menginjakkan kaki di Madura Barat,R. Abdul Wahid Trunokusumo langsung berziarah ke sebuah makamseorang wanita. Lokasinya saatini persis berada disebelah barat Buju' Resbejeh. Hingga kini, makam dimaksud masih terpelihara dan tidak diketahui identitasnya. Kemudian setelah meninggal, beliau dimakamkan di lokasi yang sekarang ini banyak disebut sebagai Buju' Resbejeh," tutur Ismail yang kini juga berprofesi sebagai pandai besi ini. Tentang muasal nama Arosbaya sendiri, pria yang juga seorang guru ngaji inimerujuk dari cerita dari mulut ke mulut yang didengar dari tetua kampung setempat.Konon, cerita Ismail, raja setempat yang oleh masyarakat Arosbaya dikenal bernama Gusteh Nyo'on,pemah bermimpi bahwa di makam R. Abdul Wahid Trunokusumo tersebut berpenghuni seekor buaya putih. Buaya dimaksud dalam wujudnya mempunyai sebilah keris yang terselipdi pinggangnya. "Katanya, bhejeh pote nyongkel kerres.
Akhimya padanan dari kerres dan bhejeh ter sebut, digabung jadi satu dan menjadi nama Resbejeh. Dalam dialog Bahasa Indonesia, menjadi Arosbaya," terang Ismail. Dari versi cerita warga yang lain, Ismail juga mengutip sebuah cerita tentang muasal nama Resbejeh. Meski agak serupa, namun sama sekali tak sama. Dimana, ujar Ismail, lewat mimpinya juru kunciBuju' Resbejeh sebelumnya yang bemama Abdur Rasyid pernah bermimpi bahwa disekitar Buju'Resbejeh tersebut ada penampakan berwujud buaya putih yang ekornya berupa sebilah keris. "Dua versi cerita tersebut sama-sama diyakini kebenarannya oleh masyarakat sekitar sebagai muasal nama Resbejeh atau Arosbaya," tutur Ismail. Sebagai  makam yang dikeramatkan oleh warga sekitar, Buju' Resbejeh sudah lama dikenal memiliki karomah. Beberapa di antaranya diakui sebagai lokasiyang mustajabah untuk memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa. Namun, serupa beberapa makam aulia' lainnya, di Buju' Resbejeh jugadikenal sejumlah 'ritual' khusus kala berdoa.Dalam hal ini, sang juru kunci Ismail kembali membeber fakta yang diperoleh dari mimpinya.
Dijelaskan, dalam sebuah tidurnya, pria yang telah dikarunia dua orang anak ini mengaku seakan berada di sekitar Buju' Resbejeh. Saat hendak masuk ke dalam bangunan makam, dirinya disambut oleh salah seorang yang berpakaian serba putih. Sayang, saat itu dirinya tak bisa melihat wajah sang penyambut yang di kepalanya dibelit sorban putih tersebut. Namun diyakini yang bersangkutan adalah R. Abdul Wahid Trunokusumo yang dimakamkan di Buju' Resbejeh. Sementara dibelakangnya berdiri banyak pengikutnya yang berpakaian juga serba putih dengan cadar ala ninja.
 

No comments:

Post a Comment

P

Pameran Online Produk Unggulan KKN 56 UTM  Petis merupakan makan khas yang sudah sangat dikenal di Madura, petis merupakan makanan ...