Skip to main content

Proker Mengajar Mengaji


PROKER MENGAJAR MENGAJI
 
            Menumbuhkan rasa keimanan yang tinggi terhadap pelajar sekolah dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti mengajar mengaji. Mengaji merupakan suatu kewajiban bagi umat muslim, tetapi mengaji tidak hanya bisa saja tetapi dalam mengaji harus tau bacaan yang benar dan salah. Banyak anak-anak desa Arosbaya yang pandai mengaji hingga hafal Al-Qur’an, tetapi masi banyak pula yang bacaannya salah atau kurang lancar.
Kegiatan ini dilakukan dalam hal untuk membantu ustadz dan ustadzahnya. Selain ini kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama muslim.kegiatan ini juga dapat mengasah kemampuan kita,sejauh mana kemampuan yang kita mimiliki dan dapat menambah pengalaman kami selama ada di desa di Arosbaya. Kegiatan ini dilakukan di Desa Arosbaya yang bertempat di 3 tempat yaitu di langgar An-Nafi’, Mushollah Al-Ishakiyah, dan TPQ Arrubatul Aliya.
Metode Pelaksanaan
Mengajar mengaji di 3 tempat ini adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di desa Arosbaya. Yang mana anggota KKN dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengajar mengaji di 3 tempat yaitu langgar An-Nafi’, Mushollah Al-Ishakiyah, dan TPQ Arrubatul Aliya. 
Pembagian Kelompok
Kelompok 1: Suhardi, Imaniyah, Kumayyah, Fitri Kurnia Sari, dan Imsiyah Holifatus Sholehah.
Kelompok 2: Achmad Khazinuddin B, Shofi Nawawi, Rischa Candra Utami, Nurul Fajariyah, dan Liva Risna N.A.
Kelompok 3: Siti Sufiya, M. Imam Jazuli, Barry Irwando Putra, Zehro Humairoh, Faridatul Alifah, Siti Sufiyah.
Tujuan dan Sasaran yang Ingin di Capai
Adapun tujuan dari kegiatan mengajar di 3 tepat ini adalah anak-anak dapat memahami dan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sasaran yang ingin dicapai adalah anak-anak di desa Arosbaya semakin rajin dan lancar dalam membaca Al-Qur’an.
Manfaat
Adapun manfaat diadakannya program kerja mengajar mengaji ini adalah untuk memudahkan anak-anak dalam pengenalan dan memahami serta membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dengan harapan kegiatan ini harus dilakukan secara rutin. Dengan program kerja mengajar ngaji juga dapat menambahkan pengalaman kami, dan juga kita juga dapat ikut serta belajar.
Jadwal pelaksanan:
Setiap 1 minggu tiga kali.
Faktor pendukung dan penghambat
Faktor pendukung: antusias dari anak-anak dalam belajar mengaji
Faktor penghambat: tidak ada

Comments

Popular posts from this blog

PEMBUKAAN KKN 56 UTM

PEMBUKAAN KKN 56 UTM 
Kelompok 56 UTM tahun ajaran 2018/2019 melakukan pembukaan dibalai desa Arosbaya pada hari Rabu, tanggal 02 Januari 2018 di damping oleh perangkat desa beserta masyarakat desa sebagai perwakilan dari setiap dusun. Rentetan acara dalam pembukaan adalah 1.Pembukaan 2.Pembacaan ayat suci al qur’an 3.Menyanyikan lagu Indonesia raya 4.Sambutan-sambutan 5.Pemotogan tumpeng sebagai bukti diterimanya kkn 56 utm di arosbaya 6.Penutupan 7.Doa 

Malam Penutupan KKN 56 UTM

Mahasiswa KKN kelompok 56 Universitas Trunojoyo Madura selama satu bulan melakukan pengabdian,pembelajaran dan perjalanan, beragam momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa dan masyarakat salah satunya adalah acara malam penutupan KKN. 
Susunan acara adalah pembukaan, pembacaan ayat suci al qur'an, diba'an, di susul dengan sambutan sambutan, dan satu acara inti yaitu wisuda para tahfidz. setelah itu pemberian cendera mata kepada masyarakat arosbaya, banjari, dan penutupan. 

P

Pameran Online Produk Unggulan KKN 56 UTM 

Petis merupakan makan khas yang sudah sangat dikenal di Madura, petis merupakan makanan olahan yang terbuat dari sari ikan segar tongkol, pindang, udang dan kepiting/ rajungan. Setiap daerah memiliki ciri khusus akan rasa petisnya, ada yang berasa manis dan asin, teksturnyapun beragam dari yang padat hingga encer. Desa arosbaya merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Bangkalan, desa ini memproduksi dua jenis petis yaitu petis padat dan encer. Seiring dengan berjalannya waktu kebutuhan masyarakat terhadap petispun beragam, beberapa masyarakat menginginkan petis praktis sehingga mempermudah mereka yang ingin mengkonsumsi petis hanya dengan sekali “Krek” membuka tutup petis mereka sudah bisa langsung menikmatinya tanpa mengulek dan menambahkannya dengan cabe dan bumbu lainnya. Disinilah kami menjawab keingin masyarakat tersebut, kami kelompok KKN 56 memberikan pelatihan kepada masyarakat pengusaha petis untuk mengolah petis menjadi pet…