Skip to main content

Identifikasi Masalah Desa


Berdasarkan data penjaringan masalah yang dilakukan di setiap dusun didapati masalah sebagai berikut:
1.    Pengembangan Wilayah
a.      Pekerjaan Umum
1.     
Jalan aspal desa rusak 
2.         
Jalan becek jika hujan
3.         
Jembatan rusak
4.         
Saluran pembuanganair tidak ada
5.         
Sisi jalan makadam terancam longsor
6.         
Sungai longsor
7.         
Jalan di depan pasar terlalu sempit jadi sering macet

b.      Sumber Daya Air
1.     
Kesulitan air bersih jika musim hujan
2.     
Tanggung tidak ada dan sungai longsor
3.     
Saluran air  tidak ada
4.     
Irigasi rusak/ bocor P. 700 m
5.     
Petani sering mengalami kekurangan air
6.     
Sumber air tidak dikelola dengan baik
7.     
Banyak  lahan  pertanian tadah  hujan

c.       Lingkungan
1.     
Penerangan lampu jalan kurang
2.     
Banyak  rumah warga berlantai tanah
3.     
Kondisi pemukimam warga/RTM tidak sehat
4.     
Banyak lahan gundul dan terbengkalai

2.    Bidang Sosial Budaya
a.      Pendidikan
1.             
Kondisi fasilitas pendidikan yang kurang mewadahi
2.             
Kondisi pemukiman warga yang  kurang sehat
3.             
Bidang kesenian tradisional kurang berklembang
4.             
Sarana pendidikan kekurangan  mebellet
5.             
Gedung SD rusak
6.             
Sekolah kekurangan kelas
7.             
Minat belajar warga kurang

b.      Kesehatan
1.       
MCK tidak mewadahi
2.       
Kurangnya kesejahterahan kader posyandiu dan PKK
3.       
RTM membutuhkan alat kontrasepsi
4.       
Banyak warga menderita penyakit IPSA waktu pancaroba
5.       
RTM tidak mempunyai biaya untuk berobat
6.       
Posyandu belum berjalan

c.       Pemerintahan
1.       
Pendapatan aparatur desa rendah
2.       
Kegiatan PKK tidak aktif
3.       
Banyak aparat pemerintahan yang tidak berfungsi secara obtimal dan hanya bergantung kepada kepala desa
4.       
Kwalitas SDM aparatur desa relatif rendah
5.       
Kurangnya koordinasi dan transparasi dari aparatur desa

d.      Sosial
1.         
Banyak  pengangguran
2.         
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya miras  dan narkoba
3.         
Belum punya saran olahraga yang mewadahi
4.         
Kegiatan karang taruna macet
5.         
Kondisi pemukiman warga / RTM tidak sehat
6.         
Banyak anak putus sekolah
7.         
Banyak  warga yang buta huruf

e.       Keagamaan
1.         
Masjid perlu perbaikan dan perluasan
2.         
Kesejahterahan guru ngaji kurang

3.    Bidang Ekonomi 
a.      Pertanian
1.         
Pada musiim kemarau hasil panen merosot
2.         
Pemasaran hasil  pertanian terbatas
3.         
Hasil pertanian rendah dan tidak berkembang
4.         
Kelangkaan pupuk dan harga mahal
5.         
Pemupukan di lahan sawah belum maksimal
6.         
Kurangnya bibit pada dan buah-buahan, kayu tahunan
7.         
Hama tanaman menyerang tanaman petani
8.         
Hasil pertanian kurang baik karena kurang air dan pengerjaan manual
9.         
Lahan pertanian tidak tergarap karena merupakan lahan tadah hujan
10.     
Kwalitas SDM dari pertani rendah sehingga hasil panen tidak optimal

b.      Perternakan / Perikanan
1.          
Belum ada bibit ternak bagus
2.          
Usaha perternakan  kurang  berkembang karens kurangnya modal
3.          
Usaha perternakan warga bersifat tradisional
4.          
Pengetahuan warga tentang perternakan terbatas
5.          
Belum ada penyuluhan perternakan yang berkesinambungan

c.       Perdagangan  / Koperasi / Industri

1.             
Kurangnta modal untuk kelompok usaha kecil dan pedagang keliling
2.             
Tidak ada wadah menampung hasil warga (KOPERASI)
3.             
Pengusaha kecil dan menengah kurang berkembang
4.             
Kelompok simpan pinjam tidak berjalan
5.             
Pemasaran hasil kerajinan warga sulit dan terbatas
6.             
Keterampilan warga rendah

Comments

Popular posts from this blog

PEMBUKAAN KKN 56 UTM

PEMBUKAAN KKN 56 UTM 
Kelompok 56 UTM tahun ajaran 2018/2019 melakukan pembukaan dibalai desa Arosbaya pada hari Rabu, tanggal 02 Januari 2018 di damping oleh perangkat desa beserta masyarakat desa sebagai perwakilan dari setiap dusun. Rentetan acara dalam pembukaan adalah 1.Pembukaan 2.Pembacaan ayat suci al qur’an 3.Menyanyikan lagu Indonesia raya 4.Sambutan-sambutan 5.Pemotogan tumpeng sebagai bukti diterimanya kkn 56 utm di arosbaya 6.Penutupan 7.Doa 

Malam Penutupan KKN 56 UTM

Mahasiswa KKN kelompok 56 Universitas Trunojoyo Madura selama satu bulan melakukan pengabdian,pembelajaran dan perjalanan, beragam momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa dan masyarakat salah satunya adalah acara malam penutupan KKN. 
Susunan acara adalah pembukaan, pembacaan ayat suci al qur'an, diba'an, di susul dengan sambutan sambutan, dan satu acara inti yaitu wisuda para tahfidz. setelah itu pemberian cendera mata kepada masyarakat arosbaya, banjari, dan penutupan. 

P

Pameran Online Produk Unggulan KKN 56 UTM 

Petis merupakan makan khas yang sudah sangat dikenal di Madura, petis merupakan makanan olahan yang terbuat dari sari ikan segar tongkol, pindang, udang dan kepiting/ rajungan. Setiap daerah memiliki ciri khusus akan rasa petisnya, ada yang berasa manis dan asin, teksturnyapun beragam dari yang padat hingga encer. Desa arosbaya merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Bangkalan, desa ini memproduksi dua jenis petis yaitu petis padat dan encer. Seiring dengan berjalannya waktu kebutuhan masyarakat terhadap petispun beragam, beberapa masyarakat menginginkan petis praktis sehingga mempermudah mereka yang ingin mengkonsumsi petis hanya dengan sekali “Krek” membuka tutup petis mereka sudah bisa langsung menikmatinya tanpa mengulek dan menambahkannya dengan cabe dan bumbu lainnya. Disinilah kami menjawab keingin masyarakat tersebut, kami kelompok KKN 56 memberikan pelatihan kepada masyarakat pengusaha petis untuk mengolah petis menjadi pet…