Skip to main content

Mahasiswa KKN 44 Bersama DLH Menyulap Limbah Pelastik Menjadi Sesuatu yang Bernilai Tinggi

Mahasiswa KKN 44 Bersama DLH Menyulap Limbah Pelastik 
Menjadi Sesuatu yang Bernilai Tinggi

          Dalam program kerja ini kelompok KKN 44 bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Bangkalan untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah . Hal ini di latar belakangi oleh masalah yang ada di desa Arosbaya yaitu banyaknya jumlah sampah . Pencemaran sampah terhadap lingkungan merupakan perilaku konsumen yang belum melihat hal ini sebagai nilai ekonomi. Masyarakat harus bisa memilah sampah dan tidak lagi melihat plastik sebagai sampah, tapi sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi dengan menerapkan prinsip zero waste to land fill dengan memilah sampah di rumah, daur ulang dan composting, dan lainnya

Menurut Dinas Lingkungan Hidup sampah dibagi menjadi dua antara lain :

A.  Sampah rumah tangga
 Sampah rumah tangga ialah sampah yang dihasilkan dari rumah warga biasanya berupa bahan organik seperti sampah dapur dan kertas, atau bahan anorganik seperti deterjen, pembersih kimia, dan sabun mandi 

B.  Sampah non rumah tangga 
Sampah yang tidak berasal dari rumah tangga, sampah non-rumah tangga bisa berupa limbah pabrik mikro seperti pabrik tahu, limbah pupuk dari pertanian, atau limbah kimia anorganik dari pabrik besar.

          Salah satu cara untuk melakukan pengelolaan sampah yaitu komposter, apa itu komposter? 
Komposter adalah metode pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian digunakan sebagai pupuk dengan cara memanfaatkan kerja bakteri untuk menguraikan sampah rumah tangga





Comments

Popular posts from this blog

PEMBUKAAN KKN 56 UTM

PEMBUKAAN KKN 56 UTM 
Kelompok 56 UTM tahun ajaran 2018/2019 melakukan pembukaan dibalai desa Arosbaya pada hari Rabu, tanggal 02 Januari 2018 di damping oleh perangkat desa beserta masyarakat desa sebagai perwakilan dari setiap dusun. Rentetan acara dalam pembukaan adalah 1.Pembukaan 2.Pembacaan ayat suci al qur’an 3.Menyanyikan lagu Indonesia raya 4.Sambutan-sambutan 5.Pemotogan tumpeng sebagai bukti diterimanya kkn 56 utm di arosbaya 6.Penutupan 7.Doa 

Malam Penutupan KKN 56 UTM

Mahasiswa KKN kelompok 56 Universitas Trunojoyo Madura selama satu bulan melakukan pengabdian,pembelajaran dan perjalanan, beragam momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa dan masyarakat salah satunya adalah acara malam penutupan KKN. 
Susunan acara adalah pembukaan, pembacaan ayat suci al qur'an, diba'an, di susul dengan sambutan sambutan, dan satu acara inti yaitu wisuda para tahfidz. setelah itu pemberian cendera mata kepada masyarakat arosbaya, banjari, dan penutupan. 

P

Pameran Online Produk Unggulan KKN 56 UTM 

Petis merupakan makan khas yang sudah sangat dikenal di Madura, petis merupakan makanan olahan yang terbuat dari sari ikan segar tongkol, pindang, udang dan kepiting/ rajungan. Setiap daerah memiliki ciri khusus akan rasa petisnya, ada yang berasa manis dan asin, teksturnyapun beragam dari yang padat hingga encer. Desa arosbaya merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Bangkalan, desa ini memproduksi dua jenis petis yaitu petis padat dan encer. Seiring dengan berjalannya waktu kebutuhan masyarakat terhadap petispun beragam, beberapa masyarakat menginginkan petis praktis sehingga mempermudah mereka yang ingin mengkonsumsi petis hanya dengan sekali “Krek” membuka tutup petis mereka sudah bisa langsung menikmatinya tanpa mengulek dan menambahkannya dengan cabe dan bumbu lainnya. Disinilah kami menjawab keingin masyarakat tersebut, kami kelompok KKN 56 memberikan pelatihan kepada masyarakat pengusaha petis untuk mengolah petis menjadi pet…