Skip to main content

Mahasiswa KKN 44 Bekerja Sama dengan PusKesDes

   Dalam program kerja ini , Kelompok KKN 44 bekerja dengan poskesdes untuk membagikan obat pembasmi jentik nyamuk ( obat abate ) berupa serbuk atau bubuk yang di kemas di dalam plastik klip kecil

      Manfaat Abate adalah untuk memberantas penyakit Demam Berdarah dengan cara mengendalikan jumlah vektor. Bubuk abate merupakan pengendalian vektor penyakit Demam Berdarah secara kimia.
Kandungan kimia yang ada di dalam bubuk abate, yaitu Temephos bisa membunuh jentik-jentik nyamuk sebelum ia mencapai dewasa dan menyebarkan penyakit DBD. Hal ini bisa mengurangi jumlah vektor DBD dan angka kejadian DBD pun bisa diturunkan

Berikut adalah kelebihan Abate

1. Direkomendasikan oleh WHO sebagai pengendalian vektor DBD secara kimiawi
2. Mampu membunuh larva nyamuk dengan sangat efektif
3. Bermanfaat dalam dosis rendah sehingga aman bagi manusia dan hewan peliharaan
4. Tidak menimbulkan residu yang membahayakan
5. Tidak memiliki risiko keracunan jika digunakan dengan dosis dan aturan yang tepat

Cara penggunaan

          Cara penggunaan bubuk abate adalah dengan cara menaburkan bubuk tersebut ke dalam wadah penampungan air kamar mandi dan wadah untuk air minum. Hal ini dikarenakan biasanya wadah-wadah tersebut sering dihinggapi oleh nyamuk sebagai tempat meletakkan telur-telur nyamuk yang akan menetas menjadi larva.

        Ketika larva tersebut menetas, maka larva-larva nyamuk tersebut akan mengonsumsi air di dalam wadah yang telah diberikan taburan bubuk abate. Larva nyamuk yang mengonsumsi air yang telah bercampur Temephos pun secara perlahan akan mati.

         Kandungan Temephos yang ada di dalam air tersebut akan menghambat enzim sistem saraf larva sehingga menyebabkan kematian pada larva tersebut sebelum beranjak dewasa dan menjadi vektor penyakit demam berdarah atau DBD. Perkembangbiakan nyamuk pun bisa ditekan karena larva-larva tersebut sudah mati sebelum bertelur.



Comments

Popular posts from this blog

PEMBUKAAN KKN 56 UTM

PEMBUKAAN KKN 56 UTM 
Kelompok 56 UTM tahun ajaran 2018/2019 melakukan pembukaan dibalai desa Arosbaya pada hari Rabu, tanggal 02 Januari 2018 di damping oleh perangkat desa beserta masyarakat desa sebagai perwakilan dari setiap dusun. Rentetan acara dalam pembukaan adalah 1.Pembukaan 2.Pembacaan ayat suci al qur’an 3.Menyanyikan lagu Indonesia raya 4.Sambutan-sambutan 5.Pemotogan tumpeng sebagai bukti diterimanya kkn 56 utm di arosbaya 6.Penutupan 7.Doa 

Malam Penutupan KKN 56 UTM

Mahasiswa KKN kelompok 56 Universitas Trunojoyo Madura selama satu bulan melakukan pengabdian,pembelajaran dan perjalanan, beragam momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa dan masyarakat salah satunya adalah acara malam penutupan KKN. 
Susunan acara adalah pembukaan, pembacaan ayat suci al qur'an, diba'an, di susul dengan sambutan sambutan, dan satu acara inti yaitu wisuda para tahfidz. setelah itu pemberian cendera mata kepada masyarakat arosbaya, banjari, dan penutupan. 

P

Pameran Online Produk Unggulan KKN 56 UTM 

Petis merupakan makan khas yang sudah sangat dikenal di Madura, petis merupakan makanan olahan yang terbuat dari sari ikan segar tongkol, pindang, udang dan kepiting/ rajungan. Setiap daerah memiliki ciri khusus akan rasa petisnya, ada yang berasa manis dan asin, teksturnyapun beragam dari yang padat hingga encer. Desa arosbaya merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Bangkalan, desa ini memproduksi dua jenis petis yaitu petis padat dan encer. Seiring dengan berjalannya waktu kebutuhan masyarakat terhadap petispun beragam, beberapa masyarakat menginginkan petis praktis sehingga mempermudah mereka yang ingin mengkonsumsi petis hanya dengan sekali “Krek” membuka tutup petis mereka sudah bisa langsung menikmatinya tanpa mengulek dan menambahkannya dengan cabe dan bumbu lainnya. Disinilah kami menjawab keingin masyarakat tersebut, kami kelompok KKN 56 memberikan pelatihan kepada masyarakat pengusaha petis untuk mengolah petis menjadi pet…