Pembuatan Peta PUS

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa data apapun itu sifatnya sangat penting dan diperlukan, berikutpun juga data terkait dengan program KB (Keluarga Berencana). Untuk memudahkan informasi mengenai KB, perlu adanya pembuatan peta PUS. Seperti yang telah disampaikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa peta pasangan usia subur sangat membantu dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk sekaligus menghindari peserta KB yang terhenti karena tidak terpantau petugas lapangan. Peta PUS berguna untuk mengetahui berapa jumlah pasangan usia subur yang sedang hamil atau yang sedang menggunakan alat kontrasepsi KB seperti pil, IUD, susuk KB maupun kontrasepsi kondom.                
Program kerja pembuatan peta Pasangan Usia Subur (PUS) itu sendiri kita menggunakan 2 dusun. Desa arosbaya sendiri terdiri dari 17 dusun, tapi yang terdata itu hanya 11 dusun saja. Kita memilih dusun Baban dan dusun Segaran. Menariknya di desa Arosbaya, untuk saat ini itu tidak ada RT/RW, jadi yang ada cuma kadus/apel. Dusun Baban terbagi menjadi 3 yaitu Baban selatan, Baban tengah dan Baban utara. Berhubung update data yang kami peroleh itu langsung dari tiap dusun, alhasil kami langsung mendatangi tiap rumah di 2 dusun tersebut untuk menanyakan informasi seputar KB, semisal jenis KB yang digunakan maupun pernah memakai KB atau tidak.
Peta PUS digunakan untuk mempermudah bidan ataupun petugas lapangan memotret daerahnya pada saat operasional lapangan. Dengan demikian, petugas lapangan juga bisa memonitoring kapan PUS itu harus menggunakan kontrasepsi KB ulangan. Sebagai contoh pasangan usia subur yang sudah menggunakan kontrsepsi pil KB, maka jadwal ulangan dia harus meminum pil KB dapat terpantau. Perlu diketahui, pendataan keluarga bertujuan untuk memperoleh data base keluarga dan individu. Data tersebut memberikan gambaran secara menyeluruh tentang keadaan di lapangan sampai tingkat keluarga. Peta PUS menyajikan data, misalnya mengenai jumlah rumah tangga, keluarga, pasangan usia subur (PUS) dan peserta KB. Ini bisa dirinci menurut jenis kontrasepsi yang digunakan.
Di beberapa provinsi, peta PUS sudah mulai dikembangkan lagi di berbagai kota-kota yang ada di daerah Jawa Barat, Lampung dan Jambi. Sensus penduduk pada tahun 2010 merilis bahwa lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Sebagian besar berada dalam status ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi.

Comments

Popular posts from this blog

Bongko, Makanan Tradisional Khas Desa Arosbaya.

Sentra Usaha Pengolahan Petis & Pindang